|
Jumat, 30 Juli 2010 02:14 |
|
Sawahlunto disebut orang sebagai kota kuali karena kotanya terletak di tengah-tengah perbukitan yang sambung-menyambung seakan saling berpegangan melingkungi kota. Jika anda pernah berkunjung ke Sawahlunto melalui arah Muaro Kalaban, anda akan melalui jalan yang berkelok-kelok menyusuri pinggang perbukitan yang disambut oleh lembah-lembah sempit. Pemandangan indah terhampar disetiap sudut perjalanan, tetapi ternyata tidak semua orang bisa menikmati keindahan dalam perjalanan itu, kenapa ya?
|
|
kenapa ya?....
|
|
|
Jumat, 23 Juli 2010 01:48 |
|
Walikota Sawahlunto Ir. H. Amran Nur
Menjual Tambang Tanpa Batubara
Sejarah Kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata tambang yang berbudaya.
Di awali dari pemikiran bahwa ada sinyalemen kekhawatiran tentang sepinya Kota Sawahlunto apabila suasana hiruk pikuk pertambangan tidak lagi beraktivitas di Sawahlunto. Seperti sejarah kota-kota tambang di beberapa Negara yang tidak cepat mengantisipasi perubahan karena habisnya sumber daya pertambangan sehingga menjadi kota mati dan ditinggalkan penghuninya.
Berlatar hal tersebut, maka kami dengan cepat menanggapi segala perubahan-perubahan tersebut guna mempertahankan sawahlunto sebagai sebuah kota yang tetap penuh dengan aktivitas warga untuk membiayai kotanya.
|
|
Selengkapnya
|
|
Kamis, 22 Juli 2010 06:10 |
|
“Saya tidak bangga jika ada sebuah sekolah yang anak didiknya lulus seratus persen, tetapi dengan jalan mengajarkan mencontek atau membagikan kunci jawaban, tetapi walau tidak lulus seratus persen ada lulusan sekolah itu yang menjadi pengusaha, menteri atau walikota. Yang terpenting dari tujuan pendidikan adalah menjadikan manusia yang utuh, dalam arti cerdas, jujur dan bertakwa†ujar Walikota Sawahlunto Ir.H.Amran Nur dalam acara pembukaan seminar sehari dengan tema Gaya Kepemimpinan dan Keteladanan Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
|
|
selengkapnya
|
|
Kamis, 22 Juli 2010 06:06 |
|
Beberapa hari terakhir di pertengahan bulan juli ini awan gelap disertai hujan kerap mewarnai kehidupan warga Sawahlunto. Bulan Juli seharusnya telah masuk musim kemarau tetapi kenyataannya musim hujan masih enggan berhenti. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hal ini terjadi akibat pergerakan El Nino, angin musim barat dan timur menyebabkan anomaly (pergeseran) cuaca.
|
|
selengkapnya
|
|
Senin, 19 Juli 2010 00:00 |
|
Hari ini (19/7) adalah hari terakhir para belia Melaka menginjakkan kaki di kota Sawahlunto.
Rombongan belia Malaka yang berjumlah 40 orang tersebut berada di kota wisata tambang ini atas inspirasi program Pertukaran Pemuda/Belia antara pemuda kota Sawahlunto dengan belia Melaka yang dimediasi oleh DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam).
|
|
Selengkapnya
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 5 |