|
Jumat, 06 Agustus 2010 03:34 |
|
Rombongan atlet Kempo kota Sawahlunto yang mengikuti Kejurnas Kempo Antar Kota Se-Indoesia di Dumai Riau pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2010 lalu, akhirnya pulang dengan membawa kemenangan. 2 Emas, 1 Perak dan 7 Perunggu berhasil dibawa pulang.
|
|
Selengkapnya
|
|
|
Kamis, 05 Agustus 2010 02:03 |
|
“Di tahun 2011 nanti Pemko Sawahlunto akan lebih selektif dalam menetapkan kategori keluarga miskin, orang yang masih dalam usia produktif dan tidak cacat fisik atau mental tidak dimasukkan lagi kedalam kategori keluarga miskin, sehingga jumlah keluarga miskin di tahun 2011 akan berkurang.†demikian diungkapkan Walikota Sawahlunto Ir.H.Amran Nur dalam acara temu ramah masyarakat Kolok Mudik dengan Walikota Sawahlunto di Masjid Istiqomah Kolok Nan Tuo (4/8).
|
|
Selengkapnya
|
|
Senin, 02 Agustus 2010 03:46 |
|
Di awal tahun ajaran baru ini tentunya banyak orangtua yang sedang pusing memikirkan biaya pendidikan anaknya, apalagi jika anaknya duduk di Perguruan Tinggi, tentu tidak sedikit biaya yang diperlukan. Untuk meringankan beban masyarakat itulah Pemko Sawahlunto mulai tahun 2010 mengalokasikan bantuan beasiswa khusus bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu sebanyak 50 orang dengan nilai Rp 300.000,- per orang per bulan.
|
|
selengkapnya
|
|
Jumat, 30 Juli 2010 02:14 |
|
Sawahlunto disebut orang sebagai kota kuali karena kotanya terletak di tengah-tengah perbukitan yang sambung-menyambung seakan saling berpegangan melingkungi kota. Jika anda pernah berkunjung ke Sawahlunto melalui arah Muaro Kalaban, anda akan melalui jalan yang berkelok-kelok menyusuri pinggang perbukitan yang disambut oleh lembah-lembah sempit. Pemandangan indah terhampar disetiap sudut perjalanan, tetapi ternyata tidak semua orang bisa menikmati keindahan dalam perjalanan itu, kenapa ya?
|
|
kenapa ya?....
|
|
Jumat, 23 Juli 2010 01:48 |
|
Walikota Sawahlunto Ir. H. Amran Nur
Menjual Tambang Tanpa Batubara
Sejarah Kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata tambang yang berbudaya.
Di awali dari pemikiran bahwa ada sinyalemen kekhawatiran tentang sepinya Kota Sawahlunto apabila suasana hiruk pikuk pertambangan tidak lagi beraktivitas di Sawahlunto. Seperti sejarah kota-kota tambang di beberapa Negara yang tidak cepat mengantisipasi perubahan karena habisnya sumber daya pertambangan sehingga menjadi kota mati dan ditinggalkan penghuninya.
Berlatar hal tersebut, maka kami dengan cepat menanggapi segala perubahan-perubahan tersebut guna mempertahankan sawahlunto sebagai sebuah kota yang tetap penuh dengan aktivitas warga untuk membiayai kotanya.
|
|
Selengkapnya
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 2 dari 7 |