.

.

SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI KOTA SAWAHLUNTO
Perpisahan dengan Rombongan Belia Malaka Datuk H. Idris : Tak Ingin Persaudaraan Berakhir Sampai Disini Saja
Senin, 19 Juli 2010 00:00

Hari ini (19/7) adalah hari terakhir para belia Melaka menginjakkan kaki di kota Sawahlunto.

Rombongan belia Malaka yang berjumlah 40 orang tersebut berada di kota wisata tambang ini atas inspirasi program Pertukaran Pemuda/Belia antara pemuda kota Sawahlunto dengan belia Melaka yang dimediasi oleh DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam).

 

Seperti yang disampaikan Wakil Walikota Sawahlunto H.Erizal Ridwan, ST “program pertukaran belia ini adalah salah satu program DMDI untuk mempererat persaudaraan kita sebagai orang serumpun, jadi DMDI tidak sebatas kerjasama dalam pembangunan pemerintahan tetapi juga membangun silaturrahmi masyarakat negeri Malaka dengan masyarakat kota Sawahlunto”.

 

Dalam acara pelepasan Belia Melaka yang akan bertolak kenegaranya wawako mengungkapkan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat kota Sawahlunto yang telah terbantu dengan program operasi bibir sumbing yang disponsori DMDI  dan dibantu oleh dokter-dokter ahli dari Malaka pada Kamis lalu.

 

Lanjut Wawako “dulu sebelum pemerintahan Amran Nur banyak asset sejarah kota ini yang terbengkalai menjadi besi tua, tetapi semenjak bekerja sama dan belajar ke negeri Melaka telah banyak kemajuan yang dicapai, yang dahulunya besi tua kini telah diberdayakan menjadi objek wisata dan mampu menarik wisatawan. Semua itu tercapai tak terlepas dari dukungan moril dan materil yang diberikan Pemerintah Kerajaan Malaka kepada Sawahlunto”

 

Datuk Ir.HJ.Idris Bin HJ.Haron  pengurus DMDI sekaligus merangkap Ahli Parlemen Negara Malaysia dalam kesempatan yang sama mengatakan “Setelah berada disini selama 5 hari kami mengikuti banyak acara dan mempelajari banyak hal diantaranya kami sangat terkesan ketika melihat Guide Lubang Mbah Suro yang melayani kami dengan sepenuh hati, menunggu kami sedari pagi dan tidak bosan dengan pertanyaan kami. Disini kami juga merasakan hubungan anak angkat dengan orang tua angkat yang harmoni dan kami harap hubungan ini tidak terputus sampai disini saja, tetapi berlanjut dikemudian hari”.

 

Belia Malaka yang datang dari negeri jiran tersebut masing-masing diinapkan  di rumah warga yang bersedia menjadi orang tua angkat sehingga mereka berbaur dan merasakan kehidupan dan budaya Sawahlunto. Belia Melaka ini juga sempat meramaikan acara Lomba lari wisatathon 10 K yang diselenggarakan 18 Juli kemarin.

 

Mardiana seorang guru  dari Malaka yang mengikuti rombongan belia ini mengatakan “saya senang dengan kehidupan masyarakat disini, lingkungannya sangat baik untuk membesarkan anak-anak dan  makanan disini enak-enak sesuai dengan lidah saya. Lima hari disini rasanya singkat sangat”.

 

Hal senada juga diungkapkan Muhammad, salah seorang belia Malaka yang berstatus pelajar university ”Disini saya takjub melihat kehidupan keluarga yang masih memegang nilai-nilai agama yang tinggi, anak-anak sangat menghormati orangtuanya dan masyarakatnya hidup dengan kedekatan” ungkapnya dengan logat Malaysia yang kental.(humas/Rni)

 
Senin, 06. September 2010

: http://www.Sawahlunto.go.id