.

.

SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI KOTA SAWAHLUNTO
Walikota Sawahlunto Ir. H. Amran Nur
Jumat, 23 Juli 2010 01:48

pak wali tambangWalikota Sawahlunto Ir. H. Amran Nur  

Menjual Tambang Tanpa Batubara


Sejarah Kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata tambang yang berbudaya.

Di awali dari pemikiran bahwa ada sinyalemen kekhawatiran tentang sepinya Kota Sawahlunto apabila suasana hiruk pikuk pertambangan tidak lagi beraktivitas di Sawahlunto. Seperti sejarah kota-kota tambang di beberapa Negara yang tidak cepat mengantisipasi perubahan karena habisnya sumber daya pertambangan sehingga menjadi kota mati dan ditinggalkan penghuninya.

Berlatar hal tersebut, maka kami dengan cepat menanggapi segala perubahan-perubahan tersebut guna mempertahankan sawahlunto sebagai sebuah kota yang tetap penuh dengan aktivitas warga untuk membiayai kotanya.

Bekas-bekas infrastruktur tambang yang masih tersebar di seantero kota Sawahlunto akan kami jadikan potensi yang akan dijual kepada wisatawan sebagai sebuah sejarah keberadaan industri pertambangan pada zaman Kolonial dahulu.

Selanjutnya potensi tersebut kami integrasikan dengan kekayaan budaya warga Kota Sawahlunto yang multietnis.

Perpaduan kedua hal tesebut di kemas menjadi sebuah kekayaan pariwisata daerah yang merupakan hal yang unik, terutama jika dibandingkan dengan kota-kota di Sumatera Barat yang cenderung homogen.

 

Upaya dan Kampanye yang Telah Dilakukan.

Kampanye bahwa Sawahlunto adalah Kota yang kaya dengan potensi wisata telah kami mulai sejak pertama kali menjabat sebagai Walikota Sawahlunto pada tahun 2003 yang lalu.

Pertama kami berupaya merubah mindset aparatur terlebih dahulu, selanjutnya Kantor Pariwisata dijadikan sebagai sebuah Dinas agar dapat menjadi lebih leluasa dan lebih banyak lagi tenaga kepariwisataan di Sawahlunto.

Hanya beberapa tahun saja saya kampanye dan promosi wisata yang diharapkan mulai menampakkan hasil. Hal tersebut menambah semangat kami untuk lebih baik lagi dan lebih meningkatkan percepatan pembangunan wisata di Sawahlunto sehingga terpatri keinginan untuk menjadikan Kota Sawahlunto sebagai Kota Utama di Sumatera Barat terutama dalam hal kepariwisataan.

 

Membalikkan Fakta Tentang Pertambangan

Stereotip bahwa pertambangan identik dengan kotor dan tidak ramah lingkungan dapat kami balikkan faktanya. Kita meminta dan mewajibkan seluruh pemilik kuasa pertambangan agar segera melakukan Reklamasi dan penghijauan di kawasan-kawasan yang sudah dieksploitasi.

Reklamasi dan Reboisasasi ini diawasi dengan ketat dan diberikan arahan yang tepat agar dapat menjadi sebuah landscape yang hijau.

Jadi bekas lokasi yang sudah tidak ada lagi kami tata kembali sedemikian rupa sehingga potensi yang ada di jadikan Resort Wisata yang penuh dengan berbagai pilihan dan jenis wisata.

Seperti kawasan wisata kandi, dahulu merupakan areal pertambangan PT. Bukit Asam, tetapi  sekarang kawasan tersebut menjadi pusat wisata Sawahlunto dan secara bertahap nanti menjadi salah satu destinasi utama wisata di Sumatera Barat.

 

Konsep Pariwisata yang di Tawarkan

Konsep wisata yang dikembangkan adalah wisata sejarah tentang maraknya industri pertambangan zaman Kolonial yang dipadukan dengan keanekaragaman budaya dan etnik warganya.

Seluruh kejayaan pertambangan masa lalu kami revitalisasi kembali sebagai sebuah situs yang penuh dengan sejarah tentang kontribusi kota dan warga Sawahlunto terhadap perkembangan Sumatera Barat.

Sebagai contoh : Adanya Kereta Api di Sumatera Barat pertama kali bertujuan untuk mendistribusikan Batubara dari Kota Sawahlunto ke Pelabuhan Teluk Bayur Padang. Lama-kelamaan kereta api berubah menjadi alat transportasi utama di Sumatera barat pada masa sebelum kemerdekaan sampai pada era tahun 60 –an. Lokomotif yang menarik gerbong batubara dan penumpang sangat terkenal sekali di kalangan orang Minangkabau dan karena warnanya hitam, maka digelari dengan panggilan “Mak Itam”. Fakta sejarah perkereta apian seperti ini sangatlah menarik untuk di eksploitasi kembali, karena dapat membangkitkan romantisme masa lalu penduduk Minangkabau terhadap kereta api.

 

Respon Publik Terhadap Perkembangan Pariwisata

Masyarakat Sawahlunto saat ini sudah bangga menjadi warga kota yang selalu kedatangan wisatawan setiap hari. Mereka merespon dengan positif perkembangan wisata yang meningkat pesat selama satu dasawarsa terakhir. Perubahan-perubahan sikap kearah tuan rumah yang baik mulai muncul di tengah-tengah masyarakat. Mereka menyadari bahwa kepariwisataan adalah gairah baru yang harus mereka dukung untuk mendongkrak kesejahteraan mereka bersama anak cucu mereka.

Perubahan itu merupakan lompatan besar yang diraih oleh pemerintah kota karena tanpa dukungan warga masyarakat tentu akselerasi pariwisata tidak dapat dipacu dengan cepat.

Begitu juga masyarakat Sumbar, mereka mengapresiasikannya dengan berbondong-bondong mengunjungi objek-objek wisata yang ada di Sawahlunto. Bertambahnya objek wisata di Sawahlunto semakin memanjakan masyarakat untuk menyegarkan diri dan keluarga sehingga bisa rileks dengan suasana yang nyaman.

 

Pusat atraksi pariwisata yang ditawarkan terdiri atas beberapa kelompok:

  1. Pariwisata Sejarah pertambangan Batubara yang terdiri dari bangunan-bangunan infrastruktur pertambangan. Gedung-gedung bernuansa colonial yang eksotik serta diorama pengalaman sejarah tambang batubara Sawahlunto.
  2. Pariwisata Budaya, dimana warga Sawahlunto yang multietnis dengan beragam budaya akibat migrasi buruh-buruh tambang pada masa penjajahan dahulu yang menjadikan kekayaan budaya yang sangat menarik. Pameran-pameran budaya ini menambah kekhasan pariwisata Sawahlunto menjadi unik karena hal seperti ini tidak ada di daerah lain di Sumatera Barat.
  3. Wisata Alam, dimana ditampilkan pemandangan hijau yang terhampar di areal bekas pertambangan batubara. Membalikkan image masyarakat tentang bekas lokasi pertambangan sebagai sebuah tempat yang kotor dan tak terurus menjadi sebuah resort wisata yang ramah lingkungan merupakan sebuah hal yang absurd di Indonesia. Tetapi Sawahlunto bisa membalikkan keadaan tersebut.
  4. Wisata Permainan, dengan membangun beberapa arena wisata permainan yang sangat diminati oleh anak-anak dan bahkan orang dewasa. Waterboom sebagai pioneer wisata air di Sumatera Barat booming pengunjung kala itu, sehingga antrian masuk cukup panjang terutama pada hari-hari libur. Begitu pula saat ini sedang dibangun objek wisata “Sawahlunto Dreamland” sebagai wahana wisata kedua yang dibangun di Indonesia.

Kami yakin wahana ini akan menyedot minat kunjungan wisata di Sumatera, bahkan Indonesia bagian Barat.

 

Sawahlunto Menjadi Ikon Pariwisata Baru di Indonesia.

Kami yakin seiring dengan pesatnya pembangunan wisata di Sawahlunto, maka waktu akan membuktikan bahwa Sawahlunto akan menjadi kota utama wisata di Indonesia bagian Barat. Menurut kami menjadi icon wisata itu tidaklah gampang tetapi perlu tekad dan dukungan seluruh pihak terutama masyarakat. Namun demikian berdasarkan hasil evaluasi kami terhadap visi kota yang akan menjadikan Kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang yang Berbudaya tahun 2020 yang akan datang, saat ini titik terangnya sudah mulai kelihatan, artinya arah yang kita tempuh sudah benar tinggal lagi melakukan percepatan di berbagai hal agar visi tersebut dapat diwujudkan bahkan sebelum tahun yang direncanakan.

 

Masyarakat Sawahlunto Siap Hidup dengan Wisatawan

Masyarakat Sawahlunto sangatlah siap menerima kunjungan wisatawan. Bagi mereka transformasi lapangan kerja dari sektor pertanian dan pertambangan ke sektor jasa kepariwisataan membuka peluang baru bahwa semakin ramai wisatawan merupakan harapan baru untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Pemerintah kota senantiasa mengajak masyarakat agar segera mengambil sikap untuk turut berbuat seiring dengan meningkatnya arus wisatawan yang semakin pesat. Buktinya berbagai sektor pendukung kepariwisataan mulai tumbuh seperti usaha-usaha souvenir dan kuliner yang bermunculan. Perubahan ini diantisipasi pula oleh pemerintah kota dengan memfasilitasi dan kemudahan agar usaha mereka berkembang. Kemudian kami selalu mengajak masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik, dan memperlakukan wisatawan sebagai tamu yang harus di jamu dengan sepuas-puasnya. Saat ini kami mulai mengkampanyekan program “ Senyum Sawahlunto” sebagai salah satu upaya untuk melakukan perubahan sikap sebagai tuan rumah yang baik.

 

Waterboom Objek Wisata Pioneer Sawahlunto

Waterboom itu hanya merupakan sentuhan modernitas terhadap sebuah pemandian alam yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Berbekal hal tersebut, maka pemerintah kota menambah dengan melakukan pembangunan berbagai saran dan prasarana pendukung sehingga terwujud sebuah tempat rekreasi dan wisata air yang sesuai dengan selera wisatawan dewasa ini, yang dikenal dengan nama “Waterboom”. Memang waterboom ini adalah yang pertama di Sumatera Barat dan setelah beroperasi menjadi buah bibir dimana-mana, sehingga objek wisata ini dapat dikatakan sebagai starting point perkembangan dunia kepariwisataan di Sawahlunto. Kalaupun ada daerah lain yang membangun hal serupa tetapi bagi kami menjadi trendsetter itu mempunyai nilai lebih dari pada menjadi pengikut.

 

Kendala yang Perlu Segera Diatasi

Kesulitan-kesulitan yang kami alami dalam  menjalankan program pariwisata memang perlu diatasi secara bersama-sama antara pemerintah kota, pemerintah provinsi , dan kementrian pariwisata seni dan budaya. Saat ini dukungan dari pemerintah provinsi Sumatera Barat dan pemerintah masih kami butuhkan, terutama untuk membantu peningkatan infrastruktur yang mendukung suksesnya dunia wisata di Sawahlunto. Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia tentu kami tidak mau berjalan sendirian, tetapi gandengan dari pemerintah provinsi dan pemerintah akan dapat memacu perkembangan pembangunan pariwisata di Sawahlunto khususnya dan Indonesia pada umumnya. Seperti prasarana jalan, saat ini tengah diupayakan melakukan peningkatan kualitas jalan dengan mengaspal dan pemangkasan geometric jalan sehingga wisatawan bisa nyaman selama melintasi kawasan obejk wisata di Sawahlunto. Karena untuk ini butuh biaya yang relatif besar perlu bantuan pemerintah provinsi dan pemerintah. Begitu pula kami mengahrapkan pemerintah provinsi senantiasa mempromosikan objek wisata Sawahlunto di berbagai event agar semakin dikenal oleh wisatawan.

 

Multiplayer Effect Pembangunan Industri Pariwisata

Sebenarnya pendapatan daerah tidaklah menjadi target utama pemerintah kota atas perkembangan dunia wisata di Sawahlunto. Multiplayer effect (effect domino) itulah yang menjadi harapan kami. Berkembangnya dunia wisata akan dapat pula membangkitkan beberapa industri kerajinan rakyat seperti tenunan yang selama ini baru dalam skala rumah tangga. Mereka tentu akan bergairah karena segmentasi pasarnya semakin besar dan luas. Begitu pula dengan usaha kuliner, secara otomatis mereka akan bermunculan sesuai denga cita rasa masing-masing.

Jadi kepariwisataan akan menjadi lokomotif yang akan menarik berbagai sektor-sektor pembangunan yang lain sehingga penyerapan tanaga kerja semakin meningkat. Tentu saja masyarakat akan memperoleh penghasilan guna menigkatkan kesejahteraan keluarganya. Dengan demikian secara serta merta kemiskinan tentu akan turun dengan sendirinya.itulah yang menjadi sasaran utama kami di jajaran pemerintah kota

 

 

 
Senin, 06. September 2010

: http://www.Sawahlunto.go.id