|
Sawahlunto disebut orang sebagai kota kuali karena kotanya terletak di tengah-tengah perbukitan yang sambung-menyambung seakan saling berpegangan melingkungi kota. Jika anda pernah berkunjung ke Sawahlunto melalui arah Muaro Kalaban, anda akan melalui jalan yang berkelok-kelok menyusuri pinggang perbukitan yang disambut oleh lembah-lembah sempit. Pemandangan indah terhampar disetiap sudut perjalanan, tetapi ternyata tidak semua orang bisa menikmati keindahan dalam perjalanan itu, kenapa ya?
Ternyata jalanan yang berkelok-kelok menyebabkan kepala dan perut sebagian orang ikut ‘naik turun dan berkelok-kelok’ alias pusing dan mual. Kondisi ini tentu menyebabkan ketidaknyamanan bagi sebagian pengunjung wisata ke kota ini.
Masalah ketidaknyamanan perjalanan ini tentu bisa menjadi batu sandungan bagi kepariwisataan Sawahlunto karena itu Walikota Sawahlunto Ir.H.Amran Nur berkeinginan untuk menciptakan jalan yang lurus dari Muaro Kalaban menuju pusat kota. Dan ternyata keinginan Walikota tersebut disambut elok oleh Mentri Pariwisata RI Ir.Jero Wacik.
Menurut Walikota, Menteri Pariwisata sangat mendukung reinkarnasi kota Sawahlunto dari kota tambang menjadi kota Wisata, karena itu Menteri Pariwisata yang pernah berkunjung ke Sawahlunto dan pernah merasa 'dipusingkan' oleh jalan ini telah mensetujui bantuan untuk pelurusan jalan dari Muaro Kalaban menuju pusat kota. Karena bagusnya akses jalan ke daerah tujuan wisata akan sangat mendukung kemajuan pariwisata di daerah tersebut.
Selain pelurusan jalan Pemko Sawahlunto menargetkan pada tahun ini akan membangun sebuah kebun buah percontohan yang juga akan difungsikan sebagai objek wisata seperti halnya Taman Mekar Sari yang ada di Jakarta. Kebun yang rencananya akan dibangun diatas lahan seluas lebih kurang 14 ha di kawasan Kandih ini akan ditanami berbagai jenis buah-buahan yang ketika berbuah nanti pengunjung dapat memetik langsung dan menikmati buah segar langsung dari pohonnya.
Juga lengkap dengan penangkaran rusa yang akan dibuat dengan konsep seperti hutan hunian asli rusa. Wah senangnya bisa melihat rusa yang kini termasuk hewan yang terancam kepunahannya di Indonesia.
Melihat kondisi kawasan Kandih saat ini Anda pasti akan berfikir dalam hati “It just a dream!”. Tapi bagi Amran Nur, yang telah tujuh tahun menyulap kota tua ini mengatakan “It is not just a dream”. Why?
Bukan karena ia seorang tukang sulap, tetapi karena bagi Amran Nur Orang yang sukses adalah orang yang berani bermimpi. Prinsip yang sama dengan pengarang “Lasykar Pelangi”… yap Andrea Hirata.
Berbicara tentang mimpi, silahkan anda bermimpi sejenak berjalan-jalan di tengah kota dengan sebuah escalator berjalan yang terletak di ruang terbuka atau jalan umum di pusat kota, bukan di dalam gedung atau mall seperti escalator kebanyakan. Kenapa? Boleh jadi suatu saat anda akan melihat mimpi anda menjadi nyata karena mimpi itu sudah masuk ke daftar mimpi pak Amran Nur. (Erni) |