.

.

SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI KOTA SAWAHLUNTO
Demografi / Kependudukan
Sabtu, 10 April 2010 19:50
 

Demografi adalah ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaan perubahan pertumbuhan penduduk, sehingga perubahan tersebut menghasilkan sesuatu keadaan dan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin tertentu.

 

Perubahan ekonomi disebabkan oleh kondisi social ekonomi masyarakat, gambaran struktur penduduk yang didapat dapat digunakan utnuk menentukan jumlah sarana pendidikan, pelayanan kesehatan, dan peluang kerja yang harus disediakan.

 

Tujuan pembangunan pada dasarnya adalah untuk kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Dalam proses pembangunan masalah kependudukan perlu diperhatikan, oleh karena penduduk dengan berbagai karakteristik nya merupakan variable yang mempunyai pengaruh sangat luas terhadapa segala aspek kehidupan. Masalah kependudukan bukan hanya menyangkut kelahiran, kematian, dan migrasi, tetapi juga berdampak terhadap masalah social budaya, politik, pertahanan dan keamanan, yang dapat menghambat proses pemerataan kesejahteraan penduduk.

 

Untuk memonitor pencapaian kesejahteraan penduduk, diperlukan data yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisis social ekonomi masyarakat pada periode tertentu sesuai dengan kondisi lapangan. Salah satu sumber nya berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional. (Susenas) yang diselenggarakan BPS setiap tahun.

 

Masalah yang perlu diperhatikan dalam kependudukan adalah: jumlah, komposisi dan distribusi penduduk.

 

Komposisi penduduk menurut umur dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran keberhasilan pengendalian laju  pertumbuhan penduduk, serta dapat juga menggambarkan tingkat kesehatan masyarakat.

 

Berikut ditampilkan grafik komposisi umur penduduk berdasarkan susenas 2008

grafik

Dari table diatas dapat dilihat komposisi penduduk Kota Sawahlunto yang dirinci menurut jenis kelamin memperlihatkan adanya perbedaan jumlah persentase antara penduduk laki-laki dan perempuan.

 

Pada penduduk muda usia 0-14 tahun persentase laki-laki lebih besar dari perempuan yaitu 29.17% berbanding 27.81%. Pada usia produktif 15-64 tahun persentase penduduk laki-laki dan perempuan hamper seimbang yaitu 65.04% dan 64.63%. Sedangkan pada usia tua 65 tahun keatas persentase permpuan justru lebih besar dari pada laki-laki yaitu 7.56% berbanding 5.79%. Angka tersebut menunjukkan bahwa harapan hidup perempuan pada umumnya lebih panjand daripada harapan hidup laki-laki.

 
Senin, 06. September 2010

: http://www.Sawahlunto.go.id